Tarra Budiman Gagal Menuju Pelaminan

Simpati banget deh sama Tara Budiman ini. Sempat beberapa bulan lalu gue posting Tara yang bakal nikah di tahun ini bersama Anastasia Anindya. Sudah gue doa-doain mereka supaya beneran jadi nikah. Eh… apa mau di kata, Tuhan berkata tidak kepada mereka berdua. Tara mengakui di berbagai programnya bahwa dia dan Anastasia sudah putus. Gue rada gak ngerti kenapa bisa Anastasia memutuskan hubungan mereka berdua, tapi dari yang gue tangkap bahwa Tara mengakui bahwa dirinya salah dan terkadang egois. Huhu! padahal mereka berdua pacaran sudah 7 tahun lamanya. Semoga Tara cepat MOVE ON ya bang!.

 

Iklan

Tanggapan “Emergency Couple”

 

Gue baru aja hari ini namatin drakor ‘Emergency Couple’ dengan jumlah episode 21. Dengan episode yang ganjil seperti ini, sepertinya ada penambahan 1 episode ya.

Kenapa gue mau nonton drama ini?. haha. Tentu karena ada si Choi Jin Hyuk yang sebagai dr. Oh Chang Min. Gue pertama kali suka sama Jin Hyuk ketika drama Gu Family Book. Auranya gak nahan… . Sebelumnya pun Jin Hyuk belum pernah mendapatkan peran utama (setau gue loh ya! kalau ada salah mohon pelurusannya) nah, kali ini dia menjadi peran utamanya bersama Song Ji Hyo sebagai dr. Oh Jin Hee.

Drama ini menceritakan kisah sepasang suami istri yang di peran oleh Jin Hyuk (Chang Min) dan Ji Hyo (Jin Hee) yang telah bercerai tujuh tahun lalu namun di pertemukan kembali seperti takdir. Awal pertemuan yang membuat mereka tidak menduganya, yaitu di sebuah acara pernikahan teman. Chang Min yang ingin menyumbangkan suaranya serta Jin Hee Yang menyumbangkan tangan pianonya. Di situlah awal pertemuan mereka hingga berlanjut pertemuan takdir kedua di sebuah Rumah Sakit Whunsu.

Tidak diduga, Chang Min dan Jin Hee ternyata adalah dokter magang dengan usia yang lebih tua dari dokter magang lainnya. Mereka berdua adalah tim untuk di tempatkan di departemen UGD. Betapa kocaknya mereka bertemu kembali karena timbul rasa kebencian satu sama lain. Wkwk… mau tau kelanjutannya? nonton diri deh sono. Meski gue tau ending ceritanya bagaimana tapi gue nikmatin jalan ceritanya kok. Gak membosankan. Karena ini  juga ada unsur-unsur berbau medis. Tapi Ratingnya rendah ya, cuman 5 % nan gitu. Huhu. Yah mungkin dia tayang barengan sama drama yang lebih bagus kali ya, maka kalah.

Tapi ya sudahlah. Gue mau bahas lebih intens lagi nih. Pertama gue mau ngebahas Choi Jin Hyuk. Di sini dia berperan sebagai dr. Oh chang Min. Awal mula dia muncul sebagai dokter dengan rambutnya yang seperti mi kriting membuatku mengernyitkan dahi dan kecewa berat. Kenapa rambutnya seperti itu? gaya rambutnya yang seperti itu mengingatkanku dengan drama GOOD DOCTOR si Park Shi On (Joo Won). Wajah mereka sekilas mirip jika gaya rambut mi kriting mereka berdua gunakan. Mata mereka yang sedikit sipit, hidung yang menonjol tulang tengahnya, meski hidung Choi Jin Hyuk Lebih mancung, bibir yang hampir sama, meski bentuk wajah mereka yang berbeda. Jadi ketika gue nonton Jin Hyuk di drama ini jadi kebayang si autis Shi On. hehe.  Tapi ketika episode 15 ke atas gue sangat sangat sangat suka penampilan rambutnya yang lurus dan poninya. Sumpah, gue terkadang suka senyum-senyum sendiri ngeliatnya. Tampan sih.

Kedua. Jin hyuk di drama ini menurutku berperan sebagai Chang Min sedikit tidak cocok. Kenapa? suaranya yang begitu besar di haruskan menjadi seorang pria yang terlihat cute, konyol, dan banyak bicara. Apa mungkin gue gak biasa aja kali ya ngeliat perannya yang begitu. hoho.

Ketiga. Jin Hyuk di drama ini menyumbangkan suaranya di sebuah lagu berjudul Scent Of Women. Wah, suaranya itu nah bikin gue suka :D. Tapi gue harus kecewa lagi, kenapa? lagunya terdengar sangat flat banget. Gak ada tarikan-tarikan nada tingginya seperti di Ost. drama Gu Family, Ost. The Heirs, Ost, Two Weeks. Jadinya, gue greget sendiri dengarnya. huhu.

Keempat. Song Ji Hyo sebagai Oh Jin Hee. Di sini gue gak mau ngebahas mengenai actingnya karena sudah cocok kok. Tapi ada satu hal yang menganggu yaitu penampilan rambutnya.   Kenapa dengan rambutnya? kenapa harus diikat seperti itu?. Dia cantik kalau di urai. Diikat sih tetap cantik juga.. tapi gaya mengikat rambutnya yang membuat semua rambutnya ke belakang makin membuat keningnya lebar. Maaf ya, ini kritik membangun. Terus gue suka tuh di episode 21, gaya ikat rambutnya yang kebelakang tapi masih menunjukan bentuk kepalanya atau belahan rambutnya. Terlihat keningnya gak lebar. Terus gue juga heran, rambutnya Ji Hyo memang seperti itu ya? agak kaku ya? atau perasaan ku aja. heran deh, stylishnya itu. Padahal Ji Hyo sangat cantik namun sayang gaya rambutnya itu nah. Terus Ji Hyo itu mempunyai badan yang kecil ya. haha. imut gitu na.

Oke.. sekian tanggapan dari gue.. Next drama ‘THREE DAYS” Park Yoo Chun. Anyyeong 🙂

 

 

Tanggapan ‘Kau Yang Berasal Dari Bintang’

Waow! Waow! Finally ni sinetron kembali tayang juga ya. Bingung juga, pantasnya di sebut sinetron atau drama karena ini merupakan cerita adaptasi dari drama korea terkenal yang berjudul ‘You Who Came From The Stars’ dengan aktornya yang tenar yaitu Kim So Hyun. Siapa sih yang gak kenal?. Dirinya terkenal akibat drama dream high 1.

Oke. Next. Pertama kali tayang, tu drama sudah penuh pro dan kontra. Gue yakin yang kontra pasti para pecinta drama korea atau mungkin saja pecinta Kim So Hyun. Gimana gak coba! Episode pertama aja sudah jelas sangat mirip. Meskipun gue gak nonton episode pertamanya. Namun banyak pihak yang jelas mengatakan alur cerita mereka sama.

Dan yang Pro pasti penggemar nikita willy, production house, atau orang awam yang gak pernah tau drama korea. Kita bayangkan aja ya, para produser, penulis, aktor, aktris, beserta staff korea sono yang lainnya sudah sangat bekerja keras memproduksi drama You Who Came From The Stars hingga terkenal mendapat rating tinggi. Eh… tau tau di jiplak atau plagiat atau copy paste sama indonesia. Wah! Bikin malu.

Pihak Sinemart pun mengadakan negosiasi atau musyawarahlah dengan berbicara atau bertemu pihak SBS stasiun tv Korea. Pada akhirnya, pihak sinemart mengaku salah dan meminta maaf pada SBS. Dan Sinemart pun membeli hak lisensi dari drama You Who Came untuk di jadikan versi indonesia. SBS pun besar hati menerima semuanya. Ada kabar juga mereka berdua akan jalin kerjasama untuk kedepannya.

Oke. Cukup. Tangan gue gatal untuk nanggapin ni drama korea menjadi versi indonesia. Sebenarnya bukan pertama kali loh indonesia ngejiplak. Kalian pasti taulah. Namun karena kali ini mereka ngejiplak drama yang cukup terkenal yah akhirnya begitu deh. Wkwk. Pelajaran bung.

Baiklah. Sudah cukup dua – tiga hari gue tonton tu drama untuk gue jadikan referensi atau bandingan dengan drama korea.

Pertama. Nikita Willy sebagai Chun Seong Yi.

Yang sudah pernah nonton You Who Came pasti tau dong gimana kocaknya, konyol, sembrononya Seong Yi. Berbeda dengan Nikita Willy yang tidak bisa menjadi peran Seong Yi. Karena Nikita Willy tidak bisa peran lucu dengan mimik wajah yang berbagai macam. Oke, kalau ada yang bilang ‘Nikita sama Seong Yi orang yang berbeda’. Dan gue cuman bilang ‘helloooo’ mereka memang berbeda tapi peran mereka sama. Gue rasa Fill Nikita menjadi Seong Yi terlihat MAKSA.

Kedua. Morgan sebagai Do Min Jun.

Ini lagi parah. Belum punya pengalaman acting sudah dapat peran sebagai Do Min Jun. Yang punya pengalaman seperti Nikita aja masih buruk. Lah ini? Masih terlalu dini bung. Perannya sebagai Do Min Jun sama sekali gak cocok. Tapi untuk mimik wajah yang diam dan tidak banyak bicara, dia lumayan dapat. Memang perannya disini sebagai seorang alien yang kaku, tidak banyak bicara, datar ekspresi. Tapi ketika morgan mulai bicara dan gerak, gubrak.

Ketiga. Tata ruang yang jauh berbeda.

Sekali lagi bagi yang sudah nonton You Who Came pasti tau bagaimana kerennya apartemen milik Seong Yi dan Min Jun secara mereka sebagai orang kaya. Hebatnya ruang kuliahan mereka. Dan tempat yang lainnya. Nah, drama versi indonesia masih tertinggal jauh banget. Lihatlah apartemen mereka, pintu apartemen bukan seperti apartemen melainkan pintu rumahan. Kode password apartemen mereka seperti sebuah ponsel yang sengaja di tempel. Kamera pun lumayan bagus namun tidak masuk akal dari segi peletakan. Ada kah kamera di ruang apartemen taruh di dalam badan pintu?. Tadi gue lihat milik apartemen Morgan yang entah namanya siapa di perannya itu. Maaf aja ya kalau gue salah karena memang gue gak pernah masuk ke dalam apartemen. Hehe.

Keempat. Musik yang datar.

Ini yang gue gak suka. Perasaan gue, musik di setiap sinetron R**i terdengar itu itu aja. Instrumennya itu itu aja. Biar senangkah, sedihkah, itu itu aja. Termasuk di drama berasal dari bintang, itu itu aja. Coba deh kalian perhatikan.

Yah! Itu tanggapan gue. Menurut gue sih, mereka tidak bisa mencari peran Seong Yi dan Min Jun. Banyak kok artis artis dan aktor aktor yang bisa peran seperti Seong Yi dan Min jun. Ingat! Fill sebuah aktor dan aktris utama itu sangat penting untuk mengajak para penonton mengikuti alur cerita mereka. Nikita sama Morgan ini ni pakai casting gak yah?. Rada bingung juga gue. Terus.. kalau mau buat drama indonesia dari drama korea jangan tanggung tanggung bung.. dari segi atribut, perlengkapan dan sebagainya biar gak di bilang bumi dan langit. Huh! Lagi pula awal mau jiplak pake drama terkenal juga sih. Wkwk.

Dari logika gue aja ni ya. Yang drama korea ada makhluk alien aja menurut gue gak masuk akal,  apalagi indonesia?. Hahaha… tapi gue maklum kok, namanya juga cerita fiksi. Iyakan?.

Menurut gue ni ya, lain kali harus beli lisensi dulu lah sebelum pembuatan itu drama. Jangan nggak ngakulah, lah wong sama persis kok?.

Trus.. kalau mau beli lisensi drama korea jangan cerita yang begituan.. sudah cukuplah cerita si ganteng ganteng serigala. Untung mereka terbantu dengan para pemainnya yang masih muda muda. Salam ya buat dek Aliando. wkwk. Nah trus drama yang cocok apaan?. Nih gue kasih tau, cocoknya tu drama romance dan komedi. Contoh, the heirs, the wind is blowing, nice guy, dan lain lain. Namun tetap peran aktor atau aktris utamalah yang penting. Para produser harus pintar dalam mengambil tokoh utamanya.