TAUFIK HIDAYAT Telah Gantung Raket

Sedih banget SUMPAH! Dan gue saat itu tidak menonton pertandingan terakhir Taufik hidayat. #gantungdiri.

gue suka bulu tangkis ketika gue duduk di bangku sekolah dasar. Asal muasal sok nimbrung sama tante gue nonton bulu tangkis, mungkin saat itu jamannya Susi Susanti. Tetapi gue gak terlalu heboh sih dengan badminton saat itu hanya sekedar suka, cukup. Ehh… entah kenapa yah, sejak Taufik Hidayat muncul gue menjadi maniak bulu tangkis. Pertama, beliau sangat hebat dalam hal smash-nya yang sangat tajam, pandai bermain bola-bola net, dan smash baack handnya yang juga gak kalah keren dan satu lagi, CAKEP. wkwkwk

Beliau memutuskan pensiun atau menggantungkan raketnya di saat umurnya 31 tahun setelah 25 tahun berkiprah sebagai atlet bulu tangkis yang mencatat deretan prestasi gemilang tingkat dunia. Entah kenapa yah, ia memutuskan untuk pensiun.. padahal adaloh pemain luar yang umurnya segitu tapi tetep eksis aja, contoh lee cong wei dari malaysia😦. Tpi ya udahlah, gue tetep dukung apa pun keputusan terbaiknya.

Ia memutuskan pensiun pada saat momen yang tepat yaitu DJARUM INDONESIA OPEN 2013 pada tanggal 16 Juni 2013. Pada turnamen terakhirnya, Taufik harus menelan kekalahan di putaran pertama setelah disingkirkan pemain asal India, B. Sai Praneeth dengan skor 21-15, 12-21, 17-21, Rabu (12/6) lalu. Taufik pun pernah mengucapkan bahwa jangan hanya melihat pertandinganya terakhirnya yang kalah tapi, lihatlah prestasi-prestasinya sebelumnya.

Ia mencapai penghargaan tertinggi dengan menyabet medali emas Olimpiade Athena 2004, selain gelar juara Kejuaraan Dunia, Anaheim 2005, tiga kali juara Asian Games (1988, 2002, 2006), dua kali Piala Thomas, rekor enam kali juara Indonesia Terbuka.

“Saya tidak ada persiapan sama sekali sebelum pertandingan. Saya pikirkan apa yang nanti harus saya ucapkan. Perasaan campur aduk,” ujar Taufik.
Ia menimpali, “Rasanya berat sekali harus meninggalkan dunia bulu tangkis setelah 25 tahun di sini. Saya hanya delapan tahun hidup bebas, setelah itu hidup saya untuk bulu tangkis.”

Namun, Taufik tidak akan benar-benar meninggalkan dunia bulu tangkis, karena dirinya akan tetap turut mengembangkan bulu tangkis lewat Taufik Hidayat Arena.

Pada perayaan perpisahan Taufik Hidayat, ia memberikan salah satu raket dari 10 raket terakhir yang ia pakai kepada pemain tunggal junior Jonathan Christie sebagai kenang-kenangan agar atlet bulu tangkis junior lebih berprestasi.

“Harapan saya semoga setelah sepeninggalan saya sebagai atlet nasional, bulu tangkis Indonesia semakin maju. Atlet-atlet junior harus bisa meneruskan kejayaan bulu tangkis Indonesia,” ujarnya.

Pokoknya Taufik Hidayat selalu menjadi juara di mata gue dan seluruh rakyat indonesia dan internasional. WE LOVE YOU AND BIG THANKS!!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s