GAGAL!!

sedih banget yah! jika kita melamar pekerjaan dan sudah memberikan jawaban yang terbaik ternyata hasilnya NOL. Iya, gue ngerti mungkin ini belum rezeki dari yang diatas. tetapi ada suatu penyesalan di dalam lubuk hati gue. Gue telah mengecawakan kedua ortu gue terutama ayah gue yang selalu mendukung gue. Dia yang selalu mengatakan sabar, sabar, dan sabar pasti nanti dapat yang terbaik. tetapi kenapa gue sedikit putus aja hingga sekarang masih belum dapat pekerjaan?. Apa sih yang salah dari gue? apa yang perlu gue ubah dalam setiap jawaban interview? gue sendiripun bingung. apa gue ini bodoh ya. statement itu sempat terbesit di otak gue.

gue selalu berpikr, dimanakah tempat gue akan bekerja entar? aku tidak tahu. pokoknya gue harus terus berjuang supaya sesegera mendapatkan pekerjaan yang membuatku damai dan kaya untuk masa depan. Aku malu tidak juga mendapatkan pekerjaan. aku tidak akan lelah, terus menerus mencari pekerjaan, bolak-balik datang ke DEPNAKER dan melihat koran-koran untuk mendapatkan pekerjaan dan yang terpenting melengkapkan ibadah. semoga Allah SWT membantuku. amin.

sudah berminggu-minggu gue menunggunya berharap gue keterima di perusahaan itu sambil mencari-cari pekerjaan yang lainnya. Dan tepat pukul 09.25 seseorang mengetok-ngetok rumah gue dengan keras. Gue berlari cepat untuk menghampirinya yang ternyata adalah tukang pos. Dengan pakaian khasnya ia menyodorkan putih amplop yang tertera nama gue disudut sana. “apa betul ini rumahnya?”. Akupun langsung mengangguk dan menjawabnya “iya”. Aku terheran-heran, siapa gue? kenapa ada ngirim amplop dipagi-pagi begini?. Setelah aku selesai menyelesaikan tanda tangan dikertasnya sebagai tanda bukti bahwa barang telah diterima akupun dengan tenang menerawang dari siapa ini?. eh, ternyata ada logo sudut kanan pojok atas yaitu logo perusahaan yang dipercaya sebagai pelaksana penerimaan calon karyawan.

“ya ampun” gue dengan segera cepat membuka amplop ini sambil membaca nama Allah dan berdoa agar aku dapat diterima. Setelah itu, gue langsung menarik secarik kertas putih dari dalam sana yang berisikan gue belum dapat diterima. Bagai tersambar petir di pagi hari. gue langsung terduduk lemes. Gue lagi-lagi mengecewakan ortu gue. maafkan aku, yang masih belum dapat memberikan kebahagiaan kepada kalian.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s