BULE ?

aje gile…. umur gue yang masih 21 tahun begini bakal di panggil bule? oh no! dalam hati terdengar gencatan senjata untuk melawannya. Ini semua karena perbuatan buruk lo yang diselimuti hawa nafsu. Perbuatan lo ini bukanlah takdir dari Tuhan.. gue rasa ini adalah pilihan hidup lo sendiri yang tidak bisa menahan hawa nafsu besar lo lo pade.

aish! gue marah marah sendirikan sudah kayak orang PA! begini nih readers, kalian taukan bagaimana kenakalan para remaja saat ini?. aje gile… sikapnya sudah seperti kagak punya agama, tata krama, percuma deh sekolah dari bangku dasar tetapi kelakuan buruk. Gue ambil contoh yang banyak terjadi ya yaitu, hamil diluar nikah! nah loo… kasus ini adalah kasus yang sangat susah dibasmi di hidup ini. Banyak bayi digugurkan akibat sang pacar tidak mau bertanggung jawab. Gue hanya kasih saran nih ya, makanya tahan hawa nafsu kalian! mendekatkan dirilah pada tuhan! jika kalian sudah tersadar bahwa itu adalah perbuatan salah sebelum terjerumus kelebih dalam segeralah berujar astaghfiruallahalazim atau huallahuakbar dan segera menjaulah. Dan jika kalian tetap kejerumus kedalamnya, entah deh kalian pada punya tuhan dan agama atau tidak.

kasus diatas rata-rata banyak dialami kaum SMP-SMA. entahlah, gue bingung siapa yang mesti disalahin? orang tuakah? lingkungankah? atau diri mereka sendiri?. Heemm.. aku rasa ketiga-tiganya patut disalahkan karena mereka saling berhubungan erat. Pertama, jika orang tua mendidik anaknya dengan didikan yang baik seperti memberi perhatian, terbuka, serta mengajarkan agama maka anak akan mempunyai sikap baik 60%. Nah, 20% berpengaruh dari lingkungan kalian. Dalam hal berteman kita tidak boleh memilih-milih. Mau punya teman baik maupun buruk sekalipun. Tetapi asalkan sikap buruk mereka gak nempel aja pada diri kalian gue rasa kalian dapat berteman dengan siapapun. Kalian harus dapat membentengi diri kalian sendiri. Jika kalian bisa, maka pepatah yang mengatakan “jika kalian membeli ikan asin maka akan berbau ikan isan, tetapi jika kalian membeli parfum maka kalian akan harum” (benar gk yah katanya begini) dapat kalian hapuskan dalam hidup kalian.Yang sisanya yaitu 20% itu tergantung pada diri anda sendiri, mampukah kalian bertahan di tempat ikan asin yang bau itu?. Jika kalian tahan berarti kalian dapat menjadi seperti mereka, bau yang sangat menyengat. Jika tidak, berarti anda mempunyai benteng yang kuat bertahan disana meski anda berbau ikan asin. atau kalian bisa pergi menjauh dari ikan asin itu. so, apa pilihan kalian.

kalau gue sih, mending gue berteman dengan seorang penjual parfum. Maka gue akan menjadi harum dan akan menyebarkan keharuman gue pada orang lain. Dan gue akan mengajak orang-orang yang berbau ikan asin masuk kedalam penjual parfum.

ada lagi nih kasus yang masih sama seperti diatas. seorang anak perempuan yang masih SMP sudah mempunyai hubungan dengan sorang pria. Anak ini sangat anak perumahan abis. Tidak pernah keluar komplek kecuali sekolah atau jalan bersama orang tuanya. Pendiam, terlihat Lugu padahal aslinyaa…. diam tapi menghanyutkan men. Mempunyai kekasih yang berganti-ganti hingga SMA. Dan akhirnya tepat kelas 2 SMA dia telah berbadan dua. Meskipun tu wanita hanya bermain disekitar komplek, tetapi kayak srigala.. . Kuntilanak pun pakaiannya masih sopan loh dari pada dia. Yang salah disini adalah, hubungannya dengan seorang pria hanya di ketahui oleh ibunya doang. Dan ayahnya hanya dibodohin. Yang ia tau anaknya adalah anak yang baik-baik. ouch! anda salah.

jadi, disini gue hanya bisa kasih saran. Menjadi seorang ibu janganlah terlalu memperbolehkan anaknya bebas berpacaran. Boleh pacaran jika umurnya sudah pantas dan harus tetap di pantau. Ada seorang ibu yang terang-terangan melihat anaknya lengket dengan kekasihnya di rumah lain dengan celana super pendek dan ibunya membebaskannya saja. Dan jangan nyesel deh, kalu lu punya anak berbadan dua #miris. Lalu, berusahalah terbuka dengan ayah dan ibu kalian jika kalian mempunyai kekasih. Jika kalian hanya terbuka pada Ibu kalian yang memperbolehkan kalian pacaran sedangkan ayah kalian tidak, ini adalah suatu yang salah men.

Dan lagi, terkadang ada juga seorang ayah yang terlalu melarang-larang anaknya bebas. Gak boleh keluarlah, gak boleh jalanlah, gak boleh mejenglah, yang hanya boleh dilakukan yaitu tetap berdiam diri dirumah. Hemmm… ini juga suatu yang salah. Seorang ayah tidak boleh terlalu memporsir kehidupan anaknya. Seorang anak harus tau apa itu dunia luar selain bergaul dengan teman sekolahnya. Boleh melarang jika anak itu sudah terlalu sering berada di dunia luar dengan tetap dipantau. Jadi, jangan salah kalo anaknya melakukan tindakan yang aneh.

Dan, seorang anak menjadi liar akibat kehidupan oarng tuanya yang selalu bertengkar, selalu berkata kasar, selalu bersikap kasar yang sering melayangkan tangannya. Ini juga faktor anak kalian bakal bringas men. Dan, satu lagi, faktor ekonomi, seorang anak yang masih remaja yang ingin segala kebutuhannya dipenuhi seperti tas bagus, sepatu sendal, baju dan lainnya dapat sebagai pacuan berbuat melakukan sesuatu untuk mendapatkanya. Yah salah satunya, dengan hamil di luar nikah. Mendapatkan seorang suami dengan gaji tinggi hingga segala kebutuhannya dimasa lalu yang belum ia miliki dapat ia miliki setelah menikah.

satu lagi yang penting nih… gak tau nih ye… bener apa gak, tapi ini sudah terbukti di sekitar lingkungan hidup gue. Seorang anak yang memiliki sikap ‘nakal’ dengan kata dan kelakuan yang tidak baik itu merupakan faktor gen (turunan). Seorang ibu atau ayah yang dulu masa mudanya ‘nakal’ itu dapat diturunkan atau tidak sengaja diturunkan ke anaknya loh. Ada seorang ibu yang membuat anaknya masih umur 3 tahun, sudah dipirang-diprangin dan ibunya membuat pitak petal jalanan kutu di rambutnya (ibunya mempunyai historis yang buruk loh, gue tidak bisa banyak buka disini). Ada lagi nih, seorang ibu dan ayah selalu berkata kasar satu sama lain, sama dengan anaknya mereka juga berkata kasar. Ibu yang berkata pada anaknya “dasar anak setan!” “dasar bego” yang didengar oleh suaminya, itu sudah hal lumrah bagi mereka. #nah kalo gue! sudah dibakar hidup-hidup sama bapak gue. Lalu ibunya yang dulunya telah hamil diluar nikah pun sekarang terjadi pada anak perempuan pertamanya. Nah, seharusnya seorang ibu dapat memahami bagaimana masa lalunya yang buruk, kalau bisa jangan sampai terjadi pada anaknya. Kasian tuh cucunya, bagaimana entar jadinya?? gue harap gak seperti mereka.

Dan saran gue lagi nih, bagi seorang kaum pria khususnya kaum wanita, mulai sekarang mumpung usia lo muda (gue!) dan lo pade belum menikah perbaikilah diri kalian mulai dari sekarang. Hapuslah segala tingkah dan prilaku buruk kalian. Ingat! anak adalah cermin masa lalu kalian!. Dan kalian gak maukan sikap dan prilaku buruk kalian bakal nurun ke anak kalian?. So, pilihlah reeaders.

oke deh! bule, bude, tante atau apalah, gue bakal dapat tu julukan. terimalah. #manabaygon.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s